Selasa, 12 November 2019

Jenis-jenis Pupuk Organik Hasil Perkembangan Teknologi



Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya.
Dewasa ini, teknologi pupuk organik berkembang pesat. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, hingga masalah ketergantungan petani terhadap pupuk.
Secara umum, pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sementara, dari bahan penyusunnya, ada pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Berikut ini informasi selengkapnya mengenai jenis-jenis pupuk organik yang perlu Anda ketahui.
1. Pupuk hijau
Pupuk hijau berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau di antaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.
Di saat-saat tertentu, tanaman pagar dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau.
Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan ke dalam tanah pada saat pengolahan lahan.
2. Pupuk kandang
Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau, dan kambing. Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang.
Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan.
3. Pupuk kompos
Pupuk kompos dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur, atau kapang. Sementara, makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah.
Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Dengan begitu, pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan pupuk organik tablet.
4. Pupuk hayati organik
Pupuk hayati terdiri atas organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian, pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik, tetapi sebagai pembenah tanah. Namun, dalam penerapannya di lapangan, seringkali dianggap sebagai pupuk organik.
Pupuk hayati secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor, dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan

11 Cara Menanam Sayuran Organik di Pekarangan Rumah

Apakah anda adalah salah seorng penyuka sayuran? Daripada repot-repot selalu mebelinya dipasar, mengapa tidak menggunakan cara menanam sayuran organik di pekarangan rumah yang akan kita bahas kali ini? Apakah anda tahu tentang sayur organik? Ya, ini merupakan sayur yang dikembangkan tanpa ada campur tangan dari zat kimia seperti cara menanam cabe organik.
Sayur organik ini adalah sayuran yang sehat dan kaya akan manfaat, alih-alih and aselalu menggunakan sayuran yang selalu terpapar bahan kimia, cobalah menerapkan cara menanam sayuran organik di pekarangan rumah ini. karena lahan terbatas yang anda miliki tersebut bisa menjadi tempat bermanfaat bagi ladang sayur anda sendiri.
1. Persiapkan tanah sebelum tanam
Beberapa tanaman sayuran mungkin dapat bertahan hidup di tanah yang buruk, semua tanaman akan tumbuh lebih baik dan menjadi lebih produktif dengan tanah kebun yang kaya mengandung banyak bahan organik.
Bantulah diri Anda sendiri, dan luangkan waktu untuk mengerjakan banyak kompos dan bahan organik lainnya ke tempat tidur taman Anda sebelum Anda menanam apa pun. Itu akan menghasilkan lebih dari sekedar hal lain yang bisa Anda lakukan.
2. Pilih tanaman yang tepat untuk wilayah dan kondisi Anda
Sebelum Anda menanam apa pun di kebun Anda, lakukan riset untuk mengetahui jenis sayuran apa dan varietas mana yang paling mungkin untuk dilakukan dengan baik dalam kondisi pertumbuhan Anda. Anda akan ingin mempertimbangkan zona pertumbuhan, serta jumlah sinar matahari dan curah hujan yang akan diterima taman Anda.
Pasar yang berisi petani lokal, tukang kebun lain dan staf di pusat-pusat kebun setempat sering memberi Anda wawasan tentang varietas tertentu yang biasanya berhasil di daerah Anda. Tanaman kuat yang unggul yang sangat sesuai untuk kondisi pertumbuhan spesifik Anda akan membutuhkan lebih sedikit penyiraman dan babying selama musim tanam, jadi sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk memilih tanaman Anda dengan bijak.
3. Tanam bunga di dalam atau di dekat taman untuk menarik lebah dan penyerbuk lainnya
Bagaimana cara menanam sayuran organik di pekarangan rumah? Sayuran bergantung pada sifat alam untuk membantu mereka, dan penyerbukan adalah faktor kunci dalam keberhasilan usaha berkebun sayur Anda. Dorong lebah dan penyerbuk lainnya untuk mengunjungi tanaman sayuran Anda dengan menanam bunga di kebun atau di dekatnya.
4. Buat kompos organik dan mulsa Anda sendiri
Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kebun sayur Anda adalah menyediakan banyak bahan organik. Kompos membantu tanah mempertahankan kelembaban, menyediakan sumber nutrisi bagi tanaman dan cacing dan mikroba yang membantu memperbaiki tanah.
Sangat mudah untuk membuat kompos kebun Anda sendiri dengan menumpuk campuran daun dan kliping kebun, potongan rumput dan sampah rumah tangga organik lainnya seperti kulit telur dan bubuk kopi.
5. Beli bibit atau tanaman pemula dari sumber yang memiliki reputasi baik
Selalu pastikan Anda membeli benih organik bersertifikat, atau tanaman pemula yang dibesarkan tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia. Banyak pembibitan dan katalog benih memiliki pilihan organik bersertifikat. Pasar petani lokal juga dapat menjadi sumber benih organik dan tanaman pemula untuk kebun sayur Anda.
6. Ketahui Faktor Angin dan Air
Apakah daerah anda adalah daerah yang cenderung mendatangkan angin kencang? Jika Anda tinggal di daerah berangin, pertimbangkan untuk mencoba memposisikan kebun Anda di tempat yang memiliki pagar tanaman, dinding, atau struktur lain di dekatnya untuk mengurangi efek angin kencang. Jika Anda belum memiliki semacam penahan angin di tempat, pertimbangkan untuk memasang teralis kuat di dekatnya untuk mengoptimalkan tujuan ini.
Anda tidak ingin menyeret alat dari ujung lain halaman Anda, dan menyangga kaleng air di sekitar juga tidak terlalu menyenangkan. Buatlah yang hal mudah untuk diri Anda sendiri dan cobalah untuk menempatkan kebun sayur organik Anda di tempat yang nyaman seperti cara menanam cabe rawit organik.
7. Tanamlah varietas langka jika memungkinkan
Sayuran heirloom adalah varietas kuno yang telah ada lebih lama dari semua varietas hibrida saat ini yang dibesarkan untuk lebih tahan penyakit atau lebih tahan lama. Mereka memiliki banyak keunggulan dibandingkan varietas hibrida modern, termasuk rasa yang luar biasa, lebih banyak nutrisi dan fakta bahwa mereka sering lebih murah.
Manfaat lain adalah Anda dapat menyimpan benih Anda dari tanaman sayuran pusaka tahun ini untuk menanam tanaman tahun depan dan sesuatu yang tidak dapat Anda lakukan dengan varietas hibrida.
8. Gunakan prinsip penanaman tanaman pendamping di kebun Anda
Di alam, kombinasi tumbuhan tertentu bekerja dengan sangat baik bersama. Menanam bunga yang sesuai, herba atau sayuran lain dengan sayuran yang berbeda dapat membantu meningkatkan hasil, mencegah serangga, meminimalkan penyakit, dan bahkan meningkatkan rasa sayuran Anda. Ada juga beberapa kombinasi yang sebaiknya dihindari seperti cara menanam sayuran hidroponik organik.
9. Gunakan tempat penanaman yang ditinggikan untuk memperpanjang musim tanam
Membangun bedengan adalah cara terbaik untuk menyediakan sayuran Anda dengan tanah organik yang kaya untuk tumbuh, dan dapat memperpanjang musim tanam secara signifikan.
Tanah di tempat tidur yang ditinggikan akan menjadi hangat di awal musim semi, dan tentu saja akan memudahkan gulma dan panen daripada membungkuk ke tanah. Berhati-hatilah agar tidak menggunakan kayu yang dirawat secara kimia seperti kayu yang diberi tekanan untuk membangun sisi tempat tidur yang Anda angkat.
10. Gunakan teknik berkebun vertikal
Jika Anda memiliki area kecil untuk kebun Anda, pertimbangkan untuk menggunakan beberapa teknik berkebun vertikal untuk memaksimalkan ruang Anda. Dengan menggunakan teralis, kandang, tali, dan dukungan lain untuk melatih sayuran tertentu agar tumbuh, alih-alih keluar, Anda memiliki lebih banyak ruang untuk menanam sayuran lain.
Keuntungan lain dari metode berkebun vertikal adalah meningkatkan sirkulasi, yang dapat membantu mencegah penyakit jamur dan penyakit lainnya dengan menjaga daun tanaman dan sayuran dari tanah.
11. Rotasikan tanaman dari tahun ke tahun
Rotasi tanaman adalah teknik umum di kalangan petani, karena membantu mengurangi masalah hama dan penyakit dan menghindari menipisnya tanah dari nutrisi tertentu. Adalah bijaksana untuk mempraktekkan prinsip yang sama ini dalam sayuran rumahan Anda, dan hindari menanam sayuran di tempat yang sama dari tahun ke tahun seperti cara menanam pakcoy dibotol.

Cara Merawat Tanaman Efektif Supaya Nggak Cepat Layu


Bagi kalian yang senang berkebun, aktivitas dan cara merawat tanaman bisa menjadi hobi yang paling asyik untuk dijalani. Bayangkan, dimulai dari membeli benih, menanam dan merawat, pasti ada kepuasan tersendiri dari cara merawat tanaman yang efektif hingga menghasilkan kebun yang subur dan berbunga wangi. Pasti senang dong jika kamu tidak perlu repot ke pasar karena ada tanaman menghasilkan di rumah?
Cara Merawat Tanamanpinterest.com
Tapi apa jadinya bila hobi berkebun malah membawa stres karena tanaman sering layu dan tidak berkembang dengan baik. Frustrasi, sedih dan putus asa bisa saja membuat kamu meninggalkan hobi berkebun. Bisa jadi, cara merawat tanaman kamu salah. Makanya, kamu perlu tahu cara merawat tanaman yang baik supaya hobi berkebun tetap berjalan, manfaat kesehatan dan produksi juga tetap bisa kamu nikmati. Yuk simak langsung 7 cara merawat tanaman yang paling efektif bareng Kania!

1. Melakukan Teknik Penyiraman Air Yang Tepat

Merawat Tanaman Menyiramrodalesorganiclife.com
Pada dasarnya, cara merawat tanaman sangat bergantung pada jenis tanaman yang kamu miliki, termasuk juga untuk tenik penyiraman air yang tepat. Jadi, supaya kamu semakin tanggap dalam cara merawat tanaman, ada baiknya kamu  mencari tahu kebutuhan air yang diperlukan oleh jenis tanaman milikmu.
Penyiraman air yang terlalu sedikit biasanya akan menyebabkan tanaman menjadi kekeringan dan mati. Sebaliknya, cara merawat dengan menyiram terlalu banyak malah akan menimbulkan pembusukan pada akar.
Ikuti tips-tips umum cara merawat tanaman dengan teknik penyiraman air untuk tanaman di bawah ini:
  • Siram tanaman pada waktu malam hari atau pagi hari, supaya tanaman memiliki supplai air untuk menghadapi siang hari yang terik.
  • Siram tanaman pada beberapa bagian yang berbeda dan jangan hanya fokus pada satu titik saja.
  • Hindari  menyiram daun terlalu basah karena akan mengundang penyakit tanaman.
  • Hindari genangan air karena jalur oksigen akan tertutupi dan menyebabkan tanaman cepat rusak.

2. Memberikan Sinar Matahari Secara Merata

Sinar Yang Cukup Merawat Tanamangardeningknowhow.com
Cara merawat tanaman yang kedua setelah memberikan air adalah dengan mengekspos tanaman pada sinar matahari. Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis, bahkan tanaman indoor juga butuh sinar matahari secara langsung sesekali. Tetapi, sama dengan manusia, sinar matahari yang berlebihan bisa jadi cara merawat tanaman yang salah, karenakan tanaman milikmu bisa kekeringan, terbakar, dan layu.
Prinsipnya, cara merawat tanaman dengan bantuan sinar matahari paling ideal adalah dengan mengetahui kebutuhan eksposur sinar matahari. Kebun sayur dan buah-buahan biasanya membutuhkan sekitar 6 jam sinar matahari secara langsung. Sedangkan tanaman biasa cukup diberikan sekitar 3-4 jam setiap harinya.
Berbeda lagi dengan tanaman yang memang bisa tumbuh tanpa banyak paparan sinar matahari seperti kaktus dan tanaman sukulen, atau pakis dan tanaman sejenisnya yang hanya membutuhkan sekitar 2 jam paparan sinar matahari setiap hari.

3. Kontrol Suhu & Kelembapan yang Pas

Merawat Tanaman Kontrol Suhuhaleysdailyblog.com
Apapun jenis tanaman milikmu, sayur, buah- buahan, bunga atau tanaman hias semuanya pasti membutuhkan suhu & tingkat kelembaban yang pas sebagai rutinitas cara merawat tanaman yang baik. Kamu harus rajin mencari tahu suhu dan kelembapan sesuai dengan jenis tanaman yang kamu miliki supaya tanaman tidak tumbuh pada cuaca atau lokasi yang salah. Memilih tanaman harus dimulai dari pemilihan jenis tanaman yang hanya sesuai dengan iklim dan kondisi tanah yang kamu miliki.
Dari segi suhu, hindari memilih tanaman yang tidak cocok dengan suhu rata-rata di kota tempat tinggalmu, misalnya jangan memilih jenis tanaman dingin untuk kamu yang tinggal di kota besar dengan suhu tropis. Sedangkan cara merawat tanaman dengan tingkat humiditas yang baik bisa diakali dengan alat bantu seperti humidifier atau memberikan sumber air di sekeliling tanaman

4. Antisipasi Hama dan Penyakit Sejak Dini

Merawat Tanaman Pupukpennington.com
Banyak cara merawat tanaman yang efektif supaya tanaman tidak mudah terserang penyakit. Terapkan beberapa strategi cara merawat tanaman melalui tindakan pencegahan berikut ini:
  • Jaga kualitas tanah dengan cara memberikan nutrisi organik, seperti kotoran hewan atau kompos alami.
  • Rotasi Jenis tanaman, yaitu dengan cara menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda di dalam satu musim. Dengan demikian, tidak ada sarang hama yang tertinggal saat kamu melakukan rotasi.
  • Optimalkan lokasi dan kondisi tanaman dengan memberikan pupuk, cahaya matahari, dan metode penyiraman yang tepat.
  • Rajin membersihkan ilalang atau rumput liar yang tumbuh.
Menghindari hama dan penyakit adalah cara merawat tanaman yang tergolong gampang-gampang susah, terutama hama musiman. Jadi, prioritaskan cara merawat tanaman dengan tindakan preventif di atas ya.

5. Hindari Pupuk Kimia

Merawat Tanaman Pupuk Alamimilorganite.com
Cara merawat tanaman yang baik umumnya selalu  mengutamakan bahan perawatan yang baik pula, misalnya pupuk alami atau perawatan bersifat organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Banyak ahli berkebun yang menyarankan cara merawat tanaman dengan sisa kotoran hewan, pupuk kompos, campuran nutrisi makro, hingga pupuk daur ulang. Alasannya, semakin murni kandungan pupuk yang kalian gunakan dalam cara merawat tanaman, semakin subur dan bebas layu pula hasil kebun atau tanaman di rumah.

6. Pemberian Nutrisi Vital Pertumbuhan

Merawat Tanaman Nutrisiemeraldlawnsaustin.com
Mustahil jika kamu tidak mengikutsertakan nutrisi tumbuhan sebagai bagian dari cara merawat tanaman kamu dengan tepat. Ada 6 nutrisi penting yang harus kamu perhatikan dalam cara merawat tanaman, yaitu nitrogen, fosfor, potassium, magnesium, sulfur, dan kalsium,
Dengan kombinasi 6 nutrisi tersebut, kamu akan mendapatkan cara merawat tanaman yang paling sempurna. Nutrisi-nutrisi dasar untuk tanaman ini juga tidak sulit untuk didapatkan karena umumnya sudah terdapat di dalam tanah. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mengganti tanah secara berkala sebagai cara merawat tanaman yang efektif. Dijamin, tumbuhan di taman milikmu senantiasa bisa tumbuh sehat tanpa sering layu.

7. Menjaga Kebersihan Di Sekeliling Tanaman

Merawat Tanaman Membersihkan Sekeliling Tanamanshutterstock.com
Cara merawat tanaman yang terakhir sebenarnya cukup simpel, yaitu dengan menjaga kebersihan di sekitar taman, pot dan menghindari tumpukan sampah terutama plastik, kaleng dan bahan- bahan yang tidak bisa terurai dengan baik.
Hentikan juga kebiasaan membuang puntung rokok atau membuang air bekas seperti soda atau teh ke dalam pot atau taman milikmu karena itu bukanlah cara merawat tanaman yang baik.
Merawat Tanaman Potpinterest.com
Sebaliknya, berikan perhatian dan kasih sayang sebagai bagian dari cara merawat tanaman milikmu, misalnya membersihkan patahan dahan, memangkas bagian yang tumbuh tidak teratur, dan juga membuang sisa- sisa kotoran yang tidak seharusnya berada di daerah tanaman.

Mudah bukan cara merawat tanaman dari Kania? Pastikan kamu sudah memahami jenis tanaman terlebih dahulu dan jangan malas untuk mencari informasi cara merawat tanaman yang tepat khusus untuk jenis tanaman yang kamu miliki. Akhir kata, Kania mengucapkan selamat berkebun, semoga cara merawat tanaman di atas membantu!

20 Contoh Tumbuhan Berakar Tunggang : Ciri – Ciri dan Fungsi Contoh Tumbuhan Berakar Tunggang, Tumbuhan berakar tunggang merupakan s...